Magical Happiness

Mengapa Bebas dari Jerat Orang-Tua Toxic (Beracun) Menjadi Materi Utama & Pertama ThePrince.co.id, dan Bahkan Ditahbiskan Sebagai “The First Happiness”?

Jawabannya adalah karena…

  1. Kita tidak akan pernah bisa meraih kecemerlangan dan keberhasilan di dunia Karir, Finansial dan Hubungan Relationship (Romansa), jika rumah tempat di mana kita tinggal, tumbuh dan berkembang, isinya neraka.
  2. Hanya 1%, dari seluruh populasi di dunia, anak yang terlahir beruntung, yakni terlahir di keluarga yang benar-benar ideal, yang sehat, yang bahagia, yang damai, yang hangat dan supportive (di samping serba berkecukupan dan berkelimpahan). Sisanya, 99% anak yang terlahir ke dunia, terlahir kurang beruntung (untuk tidak mengatakan sial), yakni terlahir di tengah-tengah keluarga yang… ber-orang-tua toxic (sakit dan beracun), broken-home, abnormal, disfungsional, atau belum sepenuhnya bahagia dan mampu membahagiakan diri, yang akhirnya anak-anaknya sendirilah yang serba dituntut dipaksa untuk menjadi begini dan begitu dan harus bisa membahagiakan orang-tuanya. Sepanjang usianya, jutaan anak, hidup dalam tekanan mental, dalam siksaan batin yang berkepanjangan, karena orang-tuanya sendiri. Ada yang seumur hidup tumbuh dan berkembang dalam hujatan orang-tuanya sendiri (yang gagal menjadi orang-tua), dalam cibiran dan cacian orang-tuanya sendiri, bahkan sebagian besar lagi jutaan anak hidup dalam siksaan fisik, dipukuli, disiksa orang-tuanya sendiri. Masa depan dunia yang lebih baik macam apa yang kita harapkan, jika mereka semua terlahir dari keluarga yang mentalnya sakit seperti demikian?
  3. Di sinilah, Magical Happiness – The Art of Reclaiming Your Life (Seni Mengambil Alih Kendali Hidup dari Tangan Orang-Tua Toxic Beracun), mendapatkan momentumnya. Jika tempat Anda tumbuh dan berkembang tidak memberikan Anda ketenangan batin, tidak mampu menyuguhkan kedamaian yang Anda damba sebagai seorang anak yang ingin bisa hidup dalam kebahagiaan jiwa, tidak mampu menghadirkan surga dan rumah malah tidak ada ubahnya seperti penjara dan bahkan neraka, genggam jemari tangan saya, mari bersama saya pergi jauh dari keluarga rusak di mana Anda berada, dan memilih untuk mengambil rute hidup sendiri, yang lebih bebas dan membebaskan, jauh dari tekanan dan siksaan (fisik maupun mental), dari orang-tua sendiri yang gagal menjalankan peran sebagai orang-tua.

***

Ketika Anda sudah mampu hidup mandiri, tenang tentram dan damai dari segala kebisingan yang selama ini kerap Anda dengar ketika masih hidup di rumah bersama orang-tua, intinya Anda sudah benar-benar jauh dari mereka, maka di titik itulah, Anda akan mulai bisa kembali perlahan menyusun hidup dan masa depan. Anda akan mulai pulih, sehat, dan kembali menjadi sosok insan yang normal seperti sebagaimana seharusnya. Dan ke sananya, dengan mudah Anda akan bisa melewati fase di dunia karir, pekerjaan, usaha, bisnis, dan hubungan dengan lawan jenis (relationship & romansa), dengan sempurna.

Anda bisa saja sukses dan berhasil di peraihan karir, finansial dan romansa, walaupun tetap hidup bersama orang-tua yang toxic. Namun saya jamin, keberhasilan tersebut tercapainya sangat lambat (karena di sepanjang perjalanannya telinga Anda langganan “ocehan” orang-tua Anda yang selalu komplain, protes, mengeluh, dan membanding-bandingkan Anda dengan anak-anak yang lain).

Atau, keberhasilan tersebut sama sekali tidak memuaskan batin Anda (karena sejatinya Anda hanya mewujudkan mimpi dan ambisi orang-tua Anda, bukan mimpi dan keinginan hati Anda sendiri). Anda menjadi sosok insan yang disfungsional, yang setengah cacat, jauh dari paripurna, tersebab Anda memanggul beribu kedongkolan dan menahan berjuta amarah kepada orang-tua Anda sendiri, namun Anda tidak bisa berbuat apa-apa, either karena Anda tidak berani memilih untuk memutuskan nasib hidup sendiri, atau karena Anda tidak sadar bahwa meraih bahagia adalah hak Anda sebagai seorang anak sekaligus insan yang merdeka.

***

Di sinilah, saya hadirkan untuk Anda satu panduan praktikal, yang tipis dan ringkas, bagaimana bebas dari jerat orang-tua toxic, dan sepenuhnya bebas, menjadi insan yang mandiri, dan bahagia.

Anda tidak akan mendapatkan kalimat-kalimat nasehat omong-kosong seperti:kamu harus lebih banyak bersabar, dan terus berdo’a kepada Tuhan“, atau nasehat,…semua ini hanyalah cobaan, dan sudah selayaknya kita sebagai anak harus menerima segala perintah dan perlakuan dari orang-tua, jangan sampai kita menjadi anak yang tidak berbakti dan durhaka“.

Magical Happiness – The Art of Reclaiming Your Life, mengajarkan Anda untuk sadar, bahwa Tuhan tidak membagikan kebahagiaan secara merata kepada seluruh hamba-Nya. Ada saatnya kita harus mengambil kebahagiaan itu sendiri, dari tangan-Nya, melalui upaya. Tuhan tidak memerintahkan kita untuk berpangku-tangan dan menerima nasib begitu saja, malah alih-alih kita diperintahkan untuk mengubah nasib jika nasib kita saat ini jauh dari damai tentram dan bahagia yang kita kehendaki. Dan Ia tidak akan sekali-kali mengubah nasib seorang hamba-Nya, jika tidak hamba-Nya itu sendiri yang bertekad memulai daya dan upaya untuk mengubah nasib dan kehidupannya.

Dan Anda pasti tahu, atau minimal sudah pernah mendengar, kisah Ibrahim, Bapak yang dihormati 3 agama (Yahudi, Kristen & Islam), di mana beliau tidak berkenan untuk menuruti keinginan dan paksaan orang-tuanya sendiri, untuk mengikuti jalan orang-tuanya menjadi penyembah berhala. Ibrahim memilih jalan nasib, hidup dan takdirnya sendiri, dan memutus kontak dengan orang-tuanya sendiri, dengan cara baik-baik.

Itulah, yang juga diajarkan dalam Magical Happiness – The Art of Reclaiming Your Life.

Magical Happiness, The Art of Reclaiming Your Life, Bebas dari Jerat Orang Tua Toxic

 

Anda akan dipandu untuk sejenak “menyingkir”, lepas kontak sejenak, menjauh dari kehadiran dan pengaruh orang-tua Anda yang beracun, hingga Anda bisa menyusun hidup dan masa depan Anda sendiri, mampu menjadi sosok yang sangat mandiri, dan berhasil di bidang sana-sini.

Dan, ketika Anda sudah berada di puncak, Anda baru menemui orang-tua Anda kembali, menunjukkan, kepada mereka, bahwa Anda kini berhasil dan lebih bahagia, dengan hidup Anda sendiri. Anda tetap tidak melupakan orang-tua Anda, sebab Anda mengerti dengan bijak, bahwa orang-tua Anda menjadi toxic-parent, itu pun adalah karena didikan yang salah yang mereka terima juga, dari orang-tuanya ketika mereka masih anak-anak.

Dengan menjadi sosok yang mandiri dan berhasil serta bahagia, dan Anda di akhir tetap takzim kepada orang-tua Anda, di titik itulah, Anda sudah menjadi insan mulia dan paripurna, karena telah berhasil memotong lingkaran-setan, dari pola hubungan orang-tua dan anak, yang selama ini rusak. Anda yang sudah berada di puncak, memaafkan orang-tua Anda dan tetap menerima mereka sebagai orang-tua. Dan ketika Anda membangun rumah-tangga Anda sendiri dan giliran Anda yang menjadi orang-tua, Anda sama-sekali tidak melanjutkan, didikan yang salah yang pernah Anda terima, dari orang-tua Anda. Di titik itulah, dunia ini akan menuju kepada masa depannya, yang jauh lebih baik.

Rekan Anda, Prince*
*Anak yang tumbuh di bawah asuhan orang-tua toxic. Ia yang asalnya tidak pernah bisa berkembang, berpenghasilan hanya Rp750rb – Rp1,3jt per bulan, dan sejak kecil hingga usia 26 tidak pernah punya tabungan signifikan, usai memutuskan untuk menjauh selama 2 tahun dari orang-tua toxic-nya, ia mampu mencapai peraihan finansial (aset likuid sebesar Rp274jt) dalam waktu kurang dari 24 bulan, memiliki perusahaan rintisan, dan memiliki kehidupan yang kini jauh lebih damai dan menentramkan. []

Klik / Tap untuk Membaca Magical Happiness

Baca Magical Happiness - The Art of Reclaiming Your Life, Bebas dari Jerat Orang Tua Toxic